Kritik & Saran

Pendaftaran Online

Petunjuk Jalan

Ketika melihat darah keluar dari hidung, kebanyakan orang mungkin akan langsung panik karena menganggap itu pertanda kondisi serius. Namun, umumnya penyebab terjadinya epistaksis atau mimisan ini tidak berbahaya.

Mimisan terjadi saat darah keluar dari hidung, bisa berasal dari bagian depan hidung (anterior) atau belakang hidung (posterior), dan darah juga bisa keluar dari satu atau kedua lubang hidung. Namun, kebanyakan epistaksis berasal dari anterior dan hanya keluar dari satu lubang hidung.

Penyebab Epistaksis yang Perlu Anda Ketahui

Epistaksis anterior biasanya mudah diatasi, bukan pertanda hal serius dan dapat ditangani dengan perawatan di rumah. Sementara itu, epistaksis posterior (darah mengalir ke rongga mulut dan tenggorokan) lebih rumit dan butuh penanganan dari dokter.

Kondisi ini bisa terjadi pada semua usia, namun lebih sering dialami oleh anak-anak berusia 2–10 tahun dan orang dewasa berusia 50–80 tahun. Perdarahan yang terjadi dapat berlangsung selama beberapa detik hingga 10-15 menit, atau bahkan lebih lama lagi.

Berikut ini adalah beberapa penyebab epistaksis anterior:

Sedangkan penyebab epistaksis posterior adalah:

Lakukan Hal ini Jika Mengalami Epistaksis

Melihat darah keluar dari hidung mungkin membuat Anda kaget sehingga bingung tidak tahu harus berbuat apa. Sebenarnya, cara menangani epistaksis mudah dan dapat Anda lakukan sendiri. Berikut adalah cara penanganan epistaksis secara mandiri:

Jika perdarahan masih belum juga berhenti, ulangi cara-cara di atas. Setelah perdarahan berhenti, disarankan untuk menegakkan kepala (jangan menunduk) selama beberapa jam agar darah tidak mengalir kembali.

Meski tidak perlu panik saat mengalami mimisan, namun Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika mimisan atau epistaksis tidak segera mereda setelah diberikan perawatan di rumah. Selain itu, berkonsultasilah juga ke dokter jika mimisan terjadi secara berulang.

 

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya


© 2018 RS Panti Wilasa Citarum Semarang. All rights reserved